Sayangilah,Hargailah!


Titis-titis embun

"Kenapa..."

Saya memandang wajahnya. Seribu kali hairan.Meragukan kebenaran katanya.Sekaligus merisaukan keperibadian bondanya.

"Entahlah..."

Dia mengesat air matanya. Melihatkan itu, bersalah andai iman membiarkan dirinya berulit tangisan.

Keegoan harus dilawan.Jika tidak ianya bakal menghancurkan pertalian ini...

"Janganlah anti bersedih...Sesungguhnya setiap hamba-Nya itu dikurniakan iman, dan iman itu mewakili segala-galanya. Iman...Di situ terselit kekuatan..Dalam kekuatan, mengandungi inspirasi kejayaan..Dan dalam insipirasi itu..ada jalan suka dan duka.Menghargai sebuah perjalanan kehidupan."

"Hargailah kehidupan anti...Sayangilah ibu anti..Di sebalik semua yang telah dia lakukan...Ada seribu kebudian yang telah dia curahkan..Cuma,kita tak nampak. Ingatlah..Satu keburukannya tak mungkin dapat menghapuskan seribu kebaikannya.Tanpa dirinya..Manakan boleh anti berdiri di sini..Meluahkan rasa pada ana..Tanpa dirinya...bagaimana jalannya anti boleh menjejak kaki menerokai dunia ini...Itu semua kebaikannya.Ingatlah ya..."

Air matanya menitis lagi.

"Biarlah air mata itu pemberi semangat...Anggaplah air mata itu air mata beban..Pabila ia keluar, maka hilanglah kebebanan yang anti sedang tanggungi.Biarlah titis-titis embun itu adalah titis-titis yang Allah cintai.."

Bibir manisnya mengukir senyuman. Titis-titis embun itu sudah mula memancarkan kekuatannya.

A Story for you...Mother..

Salam,Dear Ummi,

A story for you,Mother

How wonderful is she that we seen. She did everything to us.She cook,she washes,she fold,she clean AND SHE PRAY TO US. She pray in her du'a every year, every month, every week, every day and everytime..

"O Allah! Bless my love, my love,Iffah Nabiha...O Rabbi! Bless my dear, Ahmad Nabhan..O Rahmah! Bless my darling, Iffah Nadhila..O Rahiim!Bless my love, Ahmad Nusair forever,ever and ever.."

She wipes her tears. And said..

"O Allah! Thanks for giving me the rizk that can I let my children to eat everyday, and let me see my child...and let me keep patient to laugh when they did something that probably will hurt my feelings..O Allah...Give them health and receive them as your servant..Your soleh wa musleh slaves to you.."

Every time we saw her face, there is a light of a person who is always blessed by Rahman. Because of her hand, we can control ourselves from doing something rude.From her face, will make us let our tears out..From her eyes, will destroy all of the Satan's strong to push ourselves into a bad behaviour.

Everytime..I wish to be an innocent person like her. She is my love. She is my heart. She is my strength. Without her, I wouldn't be exist..Nothing in my body...Nothing in my feelings..

Now let me tell you who is she..

SHE, THE ONE THAT I'M PROUD IS YOU...MOTHER..

H4PpY m0tH3r'$ D4y..
M4y 4Ll4H Bl3$$ y0u 4Lw4Y$..

A story from,
Your lovely daughter.
Iffah Nabiha

Alhamdulillah.

Untukmu Ibuku..

Sayangilah,Hargailah!

Saya meletakkan kertas bewarna biru itu di bawah mejanya. Semoga dengan ini dapat membantu dirinya.

Pagi itu, saya bersiap sedia untuk turun dari kelas, menuju ke tapak perhimpunan. Basmalah dibaca sebelum langkah dibuka.

"IIIIFFFFAAAHHHH!!!!"

Saya mengalihkan muka ke arah yang bersuara.Oh, si dia rupanya.

Wajah ayu muslimah itu ditatap. Bibir mulusnya berkata sesuatu. Berbisik ke telinga saya.

Saya mengukir senyuman. Kemudian ditunjukkan sekeping kad bewarna kuning.

Alhamdulillah.
Kau capai citamu.

"Ucapkan terima kasih...Ibu suka dengan ayat yang kawan kakak tulis tu..Insyaallah Ibu akan perbaiki diri ibu..Dengan syarat, jadi anak solehah ya..."

Begitu bondanya berkata.

"Sekarang anti tak sedih lagi kan...Suka tak dengan warkah yang ana kirimkan tu??"

"Ana suka sangat..."Katanya mesra.

Tangannya mengluarkan sesuatu dari poketnya. Ya, warkah yang ku kirimi.

"Sahabatku...Selama dirimu berbakti untuk ibumu...Dikau kan diganjari pahala-Nya..

Pahala-Nya..

Adalah ganjaran yang takkan terhapus..
Terus abadi dalam helaian hidupmu..
Catatan Raqib saksi perlakuanmu...
Teruskanlah baktimu!
Insyaallah,
Dengan izin-Nya,
Dengan ketentuan-Nya,
Dengan restu Rasul-Nya,
Hati bondamu akan terbuka..
Cukuplah..Cukuplah..Cukuplah...
Simpan tangisanmu itu..
Alirkan ia untuk memohon kemaafan dari ibumu..
Biarkan...Biarkan...Biarkan...
Agar redha bondamu mengiri perjalananmu.."

Saya memandang wajah Ummi. Angin yang menjadi penawar kepanasan kami. Udara yang 'menghiasi' pernafasan kami. Air yang menghilangkan dahaga kami.

Untukmu Ibu..

Mencari Dan Terus Mencari Damai Yang Hilang

Semoga beroleh manfaat..



14 Mei 2010

Comments

Popular Posts